Hasil kunjungan lapangan terbaru CGS juga menunjukkan pengembangan tambang bawah tanah Kopra berjalan stabil dan mendukung produksi dengan kadar emas yang lebih tinggi.
Sementara itu, MDKA juga direkomendasikan add dengan prospek pemulihan kinerja yang kuat pada 2026.
Setelah mencatatkan rugi pada 2025, laba MDKA diperkirakan pulih berkat kontribusi produksi Pani Gold serta perbaikan kinerja segmen nikel melalui anak usaha MBMA.
CGS memperkirakan Pani Gold akan menyumbang sekitar USD113 juta terhadap EBITDA MDKA pada 2026, atau sekitar 16 persen dari total EBITDA konsolidasian, sementara laba MBMA diproyeksikan melonjak 2,7 kali secara tahunan pada periode yang sama.
Di pasar, saham-saham tambang emas melesat pada Senin (9/2/2026) seiring kenaikan logam mulia acuannya dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara umum.