AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Genjot Keuangan Syariah, OJK Siapkan Strategi Tingkatkan Market Share

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 20 Januari 2021 14:45 WIB
OJK pun tengah menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan market share keuangan syarian nasional sebesar 20 persen.
Genjot Keuangan Syariah, OJK Siapkan Strategi Tingkatkan Market Share. (Foto : MNC Media)
Genjot Keuangan Syariah, OJK Siapkan Strategi Tingkatkan Market Share. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Potensi ekonomi syariah di Indonesia terus berkembang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun tengah menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan market share keuangan syarian nasional sebesar 20 persen.

Strategi yang akan dilakukan OJK untuk meningkatkan market share keuangan syariah melalui literasi dan inklusi. Dikutip dari program Market Opening IDX Channel, Rabu (20/1/2021), OJK sendiri telah menyiapkan beberapa strategi agar market share keuangan syariah bisa meningkat, diantaranya yaitu memiliki perusahaan yang tangguh baik dari dalam maupun luar negeri.

Upaya yang dilakukan OJK melalui edukasi, inklusi dan literasi tersebut diharapkan membuat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah meningkat, dan terakhir yakni dengan memperbanyak variasi produk keuangan syariah di pasar.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, jika strategi baru tersebut bisa dijalankan secara maksimal, maka tidak menutup kemungkinan target market share keuangan syariah sebesar 20 persen bisa tercapai. Bahkan, wimboh yakin bisa melebihi target tersebut.

Wimboh menambahkan, di sepanjang 2020 industri keuangan syariah mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini terlihat dari nilai aset perbankan syariah yang tumbuh hingga 21 persen, kemudian nilai pembiayaan juga ikut tumbuh sekitar 9,5 persen, serta car tumbuh 21,59 persen, dan FDR yang mencapai 76,36 persen. (FAHMI)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD