Goldman memperkirakan harga tembaga tetap bertahan di sekitar level saat ini, yakni sekitar USD13.600 per ton, dalam beberapa bulan mendatang. Namun, bank tersebut juga menggarisbawahi sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek harga.
Penutupan Selat Hormuz dalam jangka waktu panjang berpotensi menekan harga tembaga ke sekitar USD12.600 per ton pada akhir 2026.
Sebaliknya, penerapan tarif impor tembaga oleh AS dapat mendorong harga melampaui USD14.000 per ton pada paruh kedua 2026.
Di sisi lain, keputusan yang secara tegas meniadakan tarif impor tembaga diperkirakan membuat harga melemah ke sekitar USD12.800 per ton pada 2027 seiring meredanya tekanan pasokan.
Kontrak acuan tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,5 persen menjadi USD13.706 per ton pada Senin (1/6/2026) pagi. (Aldo Fernando)