Di saat yang sama, AS diperkirakan meningkatkan impor, yang pada akhirnya menyerap pasokan logam tersebut dari pasar-pasar lain.
Sementara itu, Goldman memperkirakan persediaan tembaga di AS meningkat sekitar 900.000 ton tahun ini, lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 550.000 ton.
Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan impor yang menyerap pasokan global yang tersedia. Skenario dasar Goldman mengasumsikan tidak ada tarif impor tembaga AS pada 2026.
Produksi gabungan dari tambang-tambang utama seperti Grasberg di Indonesia dan Kamoa-Kakula di Republik Demokratik Kongo kini diperkirakan lebih rendah sekitar 200.000 ton dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Kedua tambang tersebut juga diperkirakan belum kembali beroperasi pada kapasitas penuh sebelum 2028.