sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Tembaga Akhir 2026 ke USD13.735 per Ton

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
01/06/2026 11:15 WIB
Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga tembaga akhir 2026 menjadi USD13.735 per ton dari sebelumnya USD12.465 per ton.
Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Tembaga Akhir 2026 ke USD13.735 per Ton. (Foto: iStock)
Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Tembaga Akhir 2026 ke USD13.735 per Ton. (Foto: iStock)

IDXChannel - Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga tembaga akhir 2026 menjadi USD13.735 per ton dari sebelumnya USD12.465 per ton.

Revisi tersebut didorong oleh perkiraan pasar global di luar Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat akibat pertumbuhan pasokan tambang yang lebih lemah dan meningkatnya impor AS.

Melansir dari Reuters, bank investasi asal Negeri Paman Sam tersebut juga menaikkan proyeksi rata-rata harga tembaga pada 2027 menjadi USD13.800 per ton dari sebelumnya USD12.150 per ton.

Goldman kini memperkirakan pasar tembaga di luar AS mengalami defisit pasokan sekitar 640.000 ton pada 2026 dan 170.000 ton pada 2027, jauh lebih besar dibandingkan estimasi sebelumnya.

Revisi proyeksi tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan produksi global yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga membatasi ketersediaan pasokan tembaga.

Di saat yang sama, AS diperkirakan meningkatkan impor, yang pada akhirnya menyerap pasokan logam tersebut dari pasar-pasar lain.

Sementara itu, Goldman memperkirakan persediaan tembaga di AS meningkat sekitar 900.000 ton tahun ini, lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 550.000 ton.

Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan impor yang menyerap pasokan global yang tersedia. Skenario dasar Goldman mengasumsikan tidak ada tarif impor tembaga AS pada 2026.

Produksi gabungan dari tambang-tambang utama seperti Grasberg di Indonesia dan Kamoa-Kakula di Republik Demokratik Kongo kini diperkirakan lebih rendah sekitar 200.000 ton dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Kedua tambang tersebut juga diperkirakan belum kembali beroperasi pada kapasitas penuh sebelum 2028.

Goldman memperkirakan harga tembaga tetap bertahan di sekitar level saat ini, yakni sekitar USD13.600 per ton, dalam beberapa bulan mendatang. Namun, bank tersebut juga menggarisbawahi sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek harga.

Penutupan Selat Hormuz dalam jangka waktu panjang berpotensi menekan harga tembaga ke sekitar USD12.600 per ton pada akhir 2026.

Sebaliknya, penerapan tarif impor tembaga oleh AS dapat mendorong harga melampaui USD14.000 per ton pada paruh kedua 2026.

Di sisi lain, keputusan yang secara tegas meniadakan tarif impor tembaga diperkirakan membuat harga melemah ke sekitar USD12.800 per ton pada 2027 seiring meredanya tekanan pasokan.

Kontrak acuan tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,5 persen menjadi USD13.706 per ton pada Senin (1/6/2026) pagi. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement