IDXChannel – PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) tengah mempersiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Perseroan akan menerbitkan hingga 1.423.039.900 saham baru Seri C dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara paling banyak 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Pemegang saham pengendali, Equity Global International Limited (EGIL) yang menguasai 68,28 persen saham, akan menyuntikkan dana tunai total Rp150 miliar. Langkah ini langsung memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan, sekaligus mendukung pengembangan entitas anak serta operasional secara keseluruhan.
Dalam prospektus ringkas yang dikutip Senin (18/5/2026), sebagian dana digunakan untuk mengonversi uang muka setoran modal sebesar USD3,65 juta (setara Rp60,13 miliar) yang telah diterima per 31 Desember 2025. Setelah persetujuan RUPSLB pada 15 Juni 2026, EGIL akan menyetor tambahan Rp89,8 miliar tunai. Dari dana tersebut, Rp60 miliar direncanakan untuk penambahan penyertaan pada entitas afiliasi EFI, sementara sisanya untuk pengembangan usaha dan operasional perseroan serta anak perusahaan.
Manajemen GSMF optimistis aksi ini akan memberikan kapasitas lebih optimal untuk meningkatkan kinerja, yang pada akhirnya menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Transaksi diperkirakan rampung sekitar 25 Juni 2026, tunduk pada persetujuan pemegang saham.
Pada perdagangan hari ini, saham GSMF ditutup di level Rp154, naik Rp16 atau 11,59 persen dengan volume mencapai lebih dari 136 juta saham, jauh di atas rata-rata harian. Bahkan harga sempat menyentuh level tertinggi (high) Rp158 dan low Rp136.
Board of Director International Federation of Technical Analysts (IFTA), Indrawijaya Rangkuti menilai GSMF berada dalam fase akumulasi kuat dengan catalyst fundamental jelas (injeksi modal dari pengendali). Bagi investor jangka menengah, area Rp136-Rp135 menjadi kesempatan entry menarik dengan stop di bawah Rp131, Rp100 dan Rp80 sebagai support-nya. Lalu target jangka pendek yang akan menjadi resistance saham GSMF dilevel Rp166, Rp198 dan Rp212 jika mampu sustain di atas Rp150.
Indrawijaya menegaskan bahwa volume pembelian saham meningkat 500 persen dari 2 minggu lalu dan pada perdagangan hari Selasa kemungkinan akan gap up dan menyentuh area Rp198.
(Rahmat Fiansyah)