Dari sisi profibilitas, laba bruto perseroan terkoreksi 4 persen menjadi Rp8,9 triliun, lebih rendah dibandingkan laju penurunan pendapatan imbas COGS yang lebih rendah. Alhasil, margin ikut membaik dari 9,5 persen menjadi 10 persen.
Penurunan COGS ini terutama berasal dari pembayaran pajak rokok, termasuk pita cukai yang lebih rendah. Pembayaran pita cukai, PPN, dan pajak rokok perseroan pada 2025 mencapai Rp64,8 triliun, turun 12 persen secara tahunan.
Laba usaha juga naik 48,8 persen menjadi Rp2,8 triliun sejalan dengan beban usaha yang turun 13,8 persen menjadi Rp6,6 triliun. Pendapatan lainnya juga naik 152 persen menjadi Rp468 miliar, sehingga ikut mendongkrak laba usaha.
Adapun arus kas bersih dari aktivitas operasional juga tercatat naik 78 persen menjadi Rp11,6 triliun meski penerimaan kas dari pelanggan turun 9,3 persen menjadi Rp88,5 triliun.
Kenaikan cashflow ini imbas penurunan pada pembayaran kas kepada pemasok. Sepanjang 2025, Gudang Garam menghabiskan belanja modal sebesar Rp2,48 triliun.