AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Hadapi PPKM, Laba dan Penjualan Unilever (UNVR) Turun di Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 21 Oktober 2021 18:27 WIB
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp30 triliun atau turun 7,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp30 triliun atau turun 7,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (Foto:MNC)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp30 triliun atau turun 7,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (Foto:MNC)

IDXChannel - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat penjualan bersih sebesar Rp30 triliun atau turun 7,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp32,4 triliun. Kategori Foods & Refreshment menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,8 persen di Kuartal III-2021.

Adapun penjualan bersih Perseroan terdiri atas penjualan dalam negeri dan ekspor. Dalam negeri tercatat Rp28,72 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp31,02 triliun. Sementara itu, ekspor tercatat Rp1,30 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,42 triliun.

Penjualan kepada pihak berelasi terbesar kepada Unilever Asia Private Limited sebesar Rp435,69 miliar, kemudian Unilever (Malaysia) Holdings Sdn Bhd sebesar Rp243,47 miliar, dan Unilever Philippines Inc sebesar Rp129,09 miliar.

Meski menghadapi tantangan periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada kuartal III-2021 yang tidak dihadapi pada kuartal sebelumnya, Perseroan tetap mampu menjaga kestabilan nilai penjualan dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun atau turun 19,09 persen dari sebelumnya Rp5,4 triliun.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengatakan, pasar FMCG kembali menghadapi tantangan pada kuartal III dengan terjadinya gelombang kedua pandemi di Indonesia yang diikuti dengan pemberlakuan PPKM di sebagian besar wilayah nusantara.

"Selain itu, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin mempengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10/2021).

Ira menambahkan, kenaikan biaya produk dikarenakan kenaikan harga komoditas
tidak dapat dibarengi langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal karena mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi.

Meski demikian, Ira menegaskan bahwa strategi Perseroan di 2022 dibangun untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan tepat sasaran. Sebagai turunan dari strategi jangka panjang 2025, ada lima strategi prioritas Unilever Indonesia di tahun 2022 untuk meningkatan pertumbuhan Perseroan.

"Pertama, memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen; kedua, memperluas dan memperkaya portfolio ke value dan premium segment; ketiga, memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-Commerce); keempat, memimpin di Digital & Data Driven capabilities; kelima, tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan," ucapnya.

Selama Kuartal III-2021, Unilever Indonesia Tbk telah meluncurkan beberapa inovasi yang sejalan dengan strategi prioritas perseroan dalam hal perluasan portfolio ke segmen premium dan value, diantaranya:
- Rangkaian Ponds Skin Cooling (Berry Glow dan Matcha Clear) yang diformulasikan dengan skin cooling technology sehingga dapat menurunkan suhu kulit hingga 5 derajat Celsius dengan tekstur creamy seperti es krim;
- Vaseline Hijab Bright yang diformulasikan khusus bagi perempuan yang menggunakan hijab untuk kulit cerah selama 12 jam, cooling dan bebas gerah
- Molto Spray Anti Kusut yang secara instan menghilangkan kusut hanya dengan usapan tanpa perlu menyetrika;
- Sunlight Spray Disinfektan untuk alat makan

Disamping itu perseroan terus memastikan keberadaan dari produk-produk dengan kemasan dan harga yang terjangkau (IDR 500, IDR 1,000, IDR 2,000) dari brand-brand besar seperti Royco, Bango, Rinso, Sunlight, Sunsilk, dan Clear.

Unilever Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp14,88 triliun dan ekuitas Rp5,32 triliun. Adapun total aset perseroan turun menjadi Rp20,20 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp20,53 triliun. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD