Secara umum, Indrieffouny menjelaskan bahwa permintaan semen domestik di 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Hal tersebut turut berdampak pada penurunan penjualan domestik SIG. Meski begitu, SIG mampu menunjukkan kemampuan untuk pulih lebih kuat.
"Sepanjang 2025, penjualan kami tercatat mencapai 37,93 juta ton. Salah satu indikator perbaikan signifikan, yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada triwulan IV-2025, yang berkontribusi pada total volume penjualan yang tumbuh 1,1 persen secara tahunan," ujar Indrieffouny.
Bagi Indrieffouny, capaian ini membuktikan bahwa efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG telah berjalan sesuai harapan, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi.
Salah satu performa yang mencolok di antaranya adalah penjualan semen kantong (ritel) yang tumbuh sebesar 5,7 persen (YoY) pada triwulan IV-2025, jauh melampaui pertumbuhan pasar semen kantong nasional yang pada saat yang sama hanya berkisar dua persen secara tahunan.