IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, mengakui bahwa kondisi sektor industri yang digeluti saat ini tengah mengalami perlambatan yang cukup signifikan.
Meski demikian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor produksi semen tersebut mengaku masih mampu memaksimalkan peluang pertumbuhan melalui sejumlah strategi.
"Sejak paruh kedua 2025 lalu, kami mematuskan untuk bertransformasi dengan berfokus pada daya saing, menyasar peningkatan pangsa pasar dan penguatan profitabilitas," ujar Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
Upaya transformasi tersebut, menurut Indrieffouny, kemudian diturunkan ke level strategis, dengan membidik peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio,
Dan ketiga pilihan strategi utama tersebut, diklaim Indrieffouny telah menunjukkan hasil positif, dengan capaian kinerja yang terus meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II-2025, dengan momentum yang kuat pada triwulan IV-2025.
Secara umum, Indrieffouny menjelaskan bahwa permintaan semen domestik di 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Hal tersebut turut berdampak pada penurunan penjualan domestik SIG. Meski begitu, SIG mampu menunjukkan kemampuan untuk pulih lebih kuat.
"Sepanjang 2025, penjualan kami tercatat mencapai 37,93 juta ton. Salah satu indikator perbaikan signifikan, yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada triwulan IV-2025, yang berkontribusi pada total volume penjualan yang tumbuh 1,1 persen secara tahunan," ujar Indrieffouny.
Bagi Indrieffouny, capaian ini membuktikan bahwa efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG telah berjalan sesuai harapan, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi.
Salah satu performa yang mencolok di antaranya adalah penjualan semen kantong (ritel) yang tumbuh sebesar 5,7 persen (YoY) pada triwulan IV-2025, jauh melampaui pertumbuhan pasar semen kantong nasional yang pada saat yang sama hanya berkisar dua persen secara tahunan.
Di tengah lesunya pasar lokal, ekspor menjadi penyelamat volume penjualan SIG, dengan volume meningkat hingga 14,9 persen (YoY) menjadi 6,4 juta ton.
Optimisme berlanjut di awal 2026, di maka pada Januari-Februari 2026, SIG berhasil mencetak kenaikan penjualan domestik sebesar 9,7 persen, dengan segmen semen kantong tumbuh impresif 14,6 persen.
"Kami yakin SIG berada pada jalur yang tepat. Kami berkomitmen melanjutkan transformasi secara disiplin untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,," ujar Indrieffouny.
(taufan sukma)