Iran pada Senin (11/5/2026) mempertahankan posisinya dengan menyatakan proposal balasan mereka difokuskan untuk mengakhiri perang, menghentikan blokade laut AS, serta memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, Teheran juga menuntut kompensasi kerusakan perang, pencabutan sanksi ekonomi, dan pengakuan atas kedaulatan Iran di wilayah selat tersebut.
Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin Nasser memperingatkan bahwa normalisasi arus minyak global dapat memakan waktu berbulan-bulan meski jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka.
(DESI ANGRIANI)