Di sisi lain, analis Nanhua Futures menyoroti risiko pasokan yang masih membayangi produsen aluminium di Timur Tengah.
Blokade di Selat Hormuz dinilai berpotensi menghambat pengiriman bahan baku, yang semakin memperbesar tekanan pada industri peleburan.
Iran sebelumnya sempat memangkas produksi, namun belum menutup fasilitas elektrolisis dan kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Meski demikian, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi wilayah yang perlu dicermati, mengingat keterbatasan jalur alternatif pengiriman dapat memaksa terjadinya pemangkasan produksi. (Aldo Fernando)