"Aluminium mendapat dukungan dari kombinasi pengurangan stok fisik, ekspektasi perbaikan permintaan musiman di China, dan pertumbuhan pasokan yang relatif terbatas," ujar Rupankar, seperti dikutip Reuters.
Meski terdapat harapan pasokan kembali pulih dari produsen-produsen besar di Timur Tengah, para analis memperkirakan pasar aluminium tetap mengalami defisit sepanjang tahun ini.
Stok aluminium di LME juga masih berada di dekat level terendah dalam 36 tahun. Aluminium merupakan salah satu logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur, barang konsumsi, dan otomotif.
Harga Tembaga dan Seng Bervariasi
Di sisi lain, harga tembaga dan seng, yang menjadi dua logam industri dengan penurunan terbesar pada perdagangan Rabu akibat meredanya kekhawatiran terkait pasokan serta meningkatnya sikap investor menghindari risiko makroekonomi, bergerak bervariasi.
Harga tembaga di LME naik 0,08 persen, sedangkan di SHFE menguat 0,28 persen. Harga seng di LME naik 0,35 persen, sementara kontrak seng di SHFE turun tipis 0,13 persen.