AALI
8425
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
188
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
735
ADMF
8300
ADMG
168
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2200
AGRO
590
AGRO-R
0
AGRS
92
AHAP
106
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1380
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
390
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.26
-0.38%
-2.01
IHSG
7062.48
-0.2%
-14.15
LQ45
1006.89
-0.38%
-3.79
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Harga Batu Bara Meroket 66,5 Persen dalam 5 Hari

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 07 Maret 2022 14:40 WIB
Harga batu bara dunia terus melambung tinggi, dalam lima tahu terakhir harga emas hitam ini sudah meroket 66,5 persen dan sempat menyentuh level USD435 per ton.
Harga Batu Bara Meroket 66,5 Persen dalam 5 Hari (FOTO: MNC Media)
Harga Batu Bara Meroket 66,5 Persen dalam 5 Hari (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga batu bara dunia terus melambung tinggi, dalam lima tahu terakhir harga emas hitam ini sudah meroket 66,5 persen dan sempat menyentuh level USD435 per ton.

Berdasarkan data ICE Newcastle hingga pukul 13:55 WIB, harga batu bara kontrak Maret 2022 melesat 13,18 persen di USD418,75 per ton, dan sempat menyentuh level USD435 per ton. Dalam lima hari perdagangan, kontrak batu bara Maret 2022 telah melonjak 66,50 persen.

Batu bara kontrak April 2022 menanjak 13,56 persen di USD407,05 per ton, dan sempat menyentuh area USD410 per ton. Sementara batu bara kontrak Mei 2022 terbang 14,36 persen di USD395,05 per ton, dan sempat bergerak ke harga USD403, per ton.

Kenaikan harga komoditas energi baik minyak bumi, gas alam, dan batu bara menjadi berkah bagi negara-negara di Asia Tenggara.

“Kami memperkirakan Malaysia dan Indonesia akan terus menikmati surplus perdagangan, yang akan meningkatkan pendapatan pemerintah dan mendorong belanja konsumen," kata Analis Abrdn, Jerry Goh, kepada Reuters, Senin (7/3/2022).

Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit, batu bara termal, dan produsen utama nikel, tembaga, dan timah olahan terbesar di dunia, sedangkan Malaysia adalah produsen dan pengekspor kelapa sawit terbesar kedua di dunia.

"Ketika aktivitas ekonomi terus berlanjut di kedua pasar ini, ini bakal mendukung pemulihan pendapatan domestik," tambah Goh.

Data Reuters mencatat, bahwa arus investasi asing ke saham-saham di pasar modal Indonesia, naik menjadi USD1,2 miliar pada Februari 2022.

Peluang investasi ke ASEAN semakin terbuka mengingat sejumlah negara-negara tengah menggenjot pengembangan teknologi dengan memanfaatkan rantai komoditas tersebut, seperti kendaraan listrik hingga energy storage. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD