Indo Premier menilai membaiknya posisi fiskal pemerintah turut menurunkan risiko regulasi bagi industri nikel.
Di sisi lain, meski inflasi AS berpotensi tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara sehingga harga komoditas masih memiliki prospek positif dalam jangka menengah hingga panjang.
Atas dasar itu, Indo Premier kembali menjagokan MDKA dan INCO sebagai pilihan utama.
MDKA dinilai berpeluang mencatat pemulihan profitabilitas, sedangkan INCO menawarkan prospek pertumbuhan laba per saham (EPS) yang kuat.
Selain itu, revisi formula HPM limonit berpotensi menjadi katalis positif bagi INCO karena membuka peluang dimulainya penjualan bijih limonit ke proyek Pomalaa HPAL. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.