Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Dari sisi ekspor, survei kargo Intertek Testing Services mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-25 Januari naik 9,97 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia melaporkan kenaikan ekspor sebesar 7,97 persen.
Di sisi lain, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,33 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Harga minyak mentah melemah pada Selasa, meskipun badai musim dingin besar melanda produksi minyak dan mengganggu kilang di Pantai Teluk Amerika Serikat (AS).