sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.768 per Dolar AS

Market news editor Anggie Ariesta
27/01/2026 16:02 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat sekitar 0,08 persen ke level Rp16.768 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026).
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.768 per Dolar AS. (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.768 per Dolar AS. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026). Mata uang Garuda itu naik 14 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp16.768 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar berfokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan berakhir pada hari Rabu, dengan pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya.

“Perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari campur tangan politik, juga akan menjadi sorotan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sebelumnya, kekhawatiran akan penutupan pemerintahan AS kembali muncul setelah anggota Senat dari partai Demokrat berjanji untuk memblokir RUU pendanaan besar menyusul penembakan yang terjadi di Minneapolis baru-baru ini. Para anggota parlemen AS menghadapi tenggat waktu pada 30 Januari untuk menghindari Shutdown.

Pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang penutupan melonjak tajam dari sekitar 8 persen pada hari Jumat menjadi hampir 78 persen pada hari Senin.

Selain itu, penarikan kembali ancaman tarif perdagangan terhadap banyak negara di Eropa oleh presiden AS pekan lalu setelah AS menguasai Greenland, dan dengan demikian memperoleh pengaruh strategis di Arktik. Kemudian, Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap beberapa sekutu AS, terutama embargo perdagangan efektif terhadap Kanada. Presiden menolak potensi perdagangan antara Kanada dan China, dan mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Ottawa.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement