Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah turun sekitar 1 persen untuk hari ketiga berturut-turut setelah Qatar menyatakan Iran dan Amerika Serikat (AS) mencatat kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung mengenai Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku yang kurang menarik untuk biodiesel.
Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,27 persen terhadap dolar AS, sehingga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Sebelumnya, kebijakan baru Indonesia yang mewajibkan pencampuran biodiesel 50 persen (B50) mulai berlaku pada Rabu.