sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Melemah, Pasar Tunggu Kejelasan Alokasi Biodiesel B50 Indonesia

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/07/2026 15:46 WIB
Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026).
Harga CPO Melemah, Pasar Tunggu Kejelasan Alokasi Biodiesel B50 Indonesia. (Foto: Magnific)
Harga CPO Melemah, Pasar Tunggu Kejelasan Alokasi Biodiesel B50 Indonesia. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026), di tengah ketidakpastian terkait alokasi program biodiesel B50 di Indonesia.

Meski demikian, kenaikan harga minyak mentah membatasi tekanan penurunan.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives turun  0,89 persen menjadi 4.568 ringgit Malaysia per ton pada 15.23 WIB.

Head of Commodity Research Sunvin Group Anilkumar Bagani mengatakan, belum adanya kejelasan mengenai alokasi program biodiesel B50 di Indonesia membuat penguatan harga CPO kehilangan momentum.

Menurut dia, pelaku pasar masih menantikan rincian alokasi untuk peserta bersubsidi maupun nonsubsidi, beserta total volume yang akan dialokasikan.

Informasi tersebut menjadi faktor penting untuk mengukur tambahan permintaan minyak sawit dari implementasi program B50.

Bagani menambahkan, lonjakan harga energi akibat kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta munculnya minat beli minyak sawit dari India dan China sepanjang pekan ini membantu membatasi pelemahan harga.

Di pasar komoditas lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,13 persen, sementara kontrak minyak sawit naik 0,33 persen. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,04 persen.

Pergerakan harga CPO umumnya mengikuti minyak nabati pesaing karena saling bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah naik lebih dari 1 persen setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran.

Langkah tersebut memudarkan harapan tercapainya perundingan damai untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik.

Di sisi lain, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,07 persen terhadap dolar AS sehingga membuat CPO menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement