Sementara itu, pergerakan minyak kedelai di Chicago Board of Trade cenderung bervariasi, meski mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak dunia sendiri melonjak lebih dari 5 persen, dipicu kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran setelah penyitaan kapal kargo Iran oleh AS. Di saat yang sama, arus lalu lintas di Selat Hormuz masih relatif terhambat.
Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik tipis 0,06 persen, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 0,34 persen. Adapun minyak kedelai di Chicago tercatat naik 0,81 persen.
Sebagai komoditas yang bersaing di pasar minyak nabati global, pergerakan harga CPO umumnya mengikuti tren minyak kedelai dan produk sejenis.