"Sentimen negatif ini turut membebani pergerakan harga minyak sawit hari ini," ujarnya.
"Kami melihat level support berada di MYR3.700 per ton, sementara resistance di sekitar MYR3.900 per ton," kata Ng kepada Bernama.
Namun, selama sepekan, CPO menguat 0,13 persen.
Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi utama dari China pekan depan, termasuk produksi industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran.
Sementara itu, optimisme terhadap pembicaraan dagang AS-China mulai memudar di tengah kekhawatiran soal gangguan rantai pasok global akibat kebijakan tarif.
Secara terpisah, melansir Trading Economics, produsen utama Indonesia akan menaikkan bea ekspor minyak sawit mentah dari 7,5 persen menjadi 10 persen mulai 17 Mei guna mendukung program biodiesel yang lebih ambisius. Bea ekspor untuk produk turunan minyak sawit juga dinaikkan.