Pergerakan harga minyak sawit umumnya mengikuti tren minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah menguat, meski kenaikannya terbatas karena pelaku pasar mulai mengalihkan fokus dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah ke prospek peningkatan pasokan dan permintaan.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku yang lebih menarik untuk produksi biodiesel.
Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,22 persen terhadap dolar AS, sehingga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Dari Indonesia, perusahaan perkebunan pelat merah PT Agrinas Palma Nusantara berencana membangun pabrik biodiesel dan bioetanol untuk mendukung agenda energi terbarukan pemerintah.