Menurut dia, pasar khawatir Indonesia akan mendorong ekspor minyak sawit lebih besar sebelum sistem baru tersebut sepenuhnya diterapkan, sehingga membatasi ruang kenaikan harga.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,85 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa tersebut melemah 1,65 persen. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,35 persen.
Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak dunia naik pada Jumat, namun masih berada di jalur pelemahan mingguan karena investor meragukan peluang tercapainya terobosan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.