Perkembangan El Niño turut memicu kekhawatiran terhadap kondisi yang semakin kering dan berpotensi menekan produksi kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia.
Namun, ruang penguatan harga CPO masih terbatas karena pasokan yang melimpah. Persediaan minyak sawit Malaysia meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli 2026.
Risiko terhadap permintaan juga membayangi pasar. Kilang minyak nabati di India berpotensi memilih minyak kedelai yang lebih murah, dengan impor diperkirakan mencapai rekor pada Agustus.
Di sisi ekspor, survei kargo menunjukkan pengiriman minyak sawit Malaysia sepanjang 1-20 Agustus turun 5,5-13,2 persen dibandingkan periode yang sama pada Juli. Kondisi tersebut menunjukkan momentum ekspor yang masih lemah.
Melansir dari Reuters, Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-20 Agustus turun 13,2 persen dibandingkan periode yang sama pada Juli.