“Ekspektasinya, kita akan menghadapi perlambatan ekonomi hingga 2026, dan Federal Reserve sangat mungkin memangkas suku bunga, sehingga mendorong investor kembali masuk ke emas,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, dikutip Reuters.
Emas cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Komentar bernada dovish dari Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden The Fed New York John Williams, ditambah data ekonomi yang melemah setelah penutupan sementara pemerintah AS, semakin memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga bulan depan.
Para pelaku pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga sebesar 87 persen pada Desember, naik dari 50 persen pekan sebelumnya.
“Sementara itu, grafik teknikal perak mulai menunjukkan sinyal lebih bullish dalam sepekan terakhir, dan ini menarik spekulan berbasis chart untuk mengambil posisi beli,” kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Di Asia, permintaan emas cenderung lesu sepanjang pekan, karena harga yang tinggi menahan pembelian ritel meski musim pernikahan di India sudah dimulai. Di China, pencabutan pembebasan pajak untuk pembelian emas juga menekan minat konsumen.