Reli emas saat ini melanjutkan performa impresif sepanjang 2025, ketika harga logam mulia tersebut melonjak sekitar 64 persem. Kenaikan tajam tersebut ditopang oleh kombinasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, permintaan kuat dari bank sentral, serta lonjakan arus dana ke exchange-traded funds (ETF) berbasis emas.
Dari sisi permintaan bank sentral, China tercatat memperpanjang aksi pembelian emasnya selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember, mempertegas pergeseran strategi diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, pergerakan harga logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Perak spot melonjak 2,52 persen ke level USD105,54 per ons, mencerminkan meningkatnya minat spekulatif dan kebutuhan industri.
Sebaliknya, platinum spot turun tipis 0,03 persen menjadi USD2.766,30 per ons, sedangkan palladium spot naik 0,31 persen ke USD2.016,25 per ons.
(DESI ANGRIANI)