sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Tembus Rekor USD5.000, Tren Bullish Diproyeksi Berlanjut

Market news editor Desi Angriani
26/01/2026 07:15 WIB
Harga emas dunia kembali menembus rekor baru di atas USD5.000 per ons pada Senin (26/1/2026) melanjutkan reli panjang.
Harga Emas Dunia Tembus Rekor USD5.000, Tren Bullish Diproyeksi Berlanjut (Foto: dok Freepik)
Harga Emas Dunia Tembus Rekor USD5.000, Tren Bullish Diproyeksi Berlanjut (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia kembali menembus rekor baru di atas USD5.000 per ons pada Senin (26/1/2026) melanjutkan reli panjang seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah eskalasi ketegangan geopolitik global.

Harga emas spot naik 0,75 persen menjadi USD5.019,85 per ons, sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari menguat 0,84 persen ke level USD5.020,60 per ons. 

Lonjakan ini menandai babak baru dalam reli emas yang kian agresif sejak awal tahun. Penguatan emas kali ini dipicu oleh memanasnya friksi antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland, yang memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. 

Kondisi tersebut mendorong investor global untuk kembali mengalihkan portofolio ke aset safe haven, dengan emas menjadi pilihan utama.

Analis independen Ross Norman memproyeksikan tren bullish emas masih akan berlanjut. "Perkiraan kami tahun ini, emas berpotensi mencapai level tertinggi di USD6.400 per ons, dengan harga rata-rata sekitar USD5.375 per ons," ujar Norman  dilansir dari globalbankingandfinance, Senin (26/1/2026).

Reli emas saat ini melanjutkan performa impresif sepanjang 2025, ketika harga logam mulia tersebut melonjak sekitar 64 persem. Kenaikan tajam tersebut ditopang oleh kombinasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, permintaan kuat dari bank sentral, serta lonjakan arus dana ke exchange-traded funds (ETF) berbasis emas.

Dari sisi permintaan bank sentral, China tercatat memperpanjang aksi pembelian emasnya selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember, mempertegas pergeseran strategi diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pergerakan harga logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Perak spot melonjak 2,52 persen ke level USD105,54 per ons, mencerminkan meningkatnya minat spekulatif dan kebutuhan industri. 

Sebaliknya, platinum spot turun tipis 0,03 persen menjadi USD2.766,30 per ons, sedangkan palladium spot naik 0,31 persen ke USD2.016,25 per ons.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement