Kondisi ini mendorong investor memburu likuiditas di tengah kekhawatiran perang berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi dan menekan pertumbuhan ekonomi global.
Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Melansir dari Reuters, militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan di wilayah Iran tengah serta menargetkan ibu kota Lebanon, Beirut.
Perang ini secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak global dan gas alam cair melalui laut di dekat pesisir Iran.
Dari sisi data ekonomi, indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Februari akan dirilis pada Rabu, sementara indikator inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), yakni indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), dijadwalkan keluar pada Jumat.