IDXChannel - Logam mulia mengawali sesi perdagangan pertama Tahun Baru dengan melanjutkan lonjakan besar sepanjang 2025. Ketegangan geopolitik serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) menjaga permintaan emas tetap tinggi.
Emas spot menguat 0,22 persen di level USD4.332,06 per troy ons, setelah sempat menguat hingga USD4.402,06 pada awal sesi Jumat (2/1/2026).
Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025, dan membukukan kenaikan 64 persen sepanjang tahun lalu.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, dikutip Reuters, pasar terus membicarakan peluang pemangkasan suku bunga pada Maret dan kemungkinan pemangkasan lanjutan tahun ini.
Menurut dia, kombinasi ekspektasi tersebut dengan kekhawatiran pasar terhadap tarif serta berlanjutnya persoalan utang AS mendorong harga emas, perak, platinum, dan paladium bergerak lebih tinggi.
Pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing sebesar seperempat poin, yang membuat emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil, semakin menarik bagi investor.
Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas juga mendapat dukungan dari kabar ketegangan di Iran, belum adanya kesepakatan damai Rusia-Ukraina, serta berlanjutnya persoalan di Gaza.
Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menyatakan, secara teknikal, target kenaikan berikutnya untuk kontrak berjangka emas Februari adalah penutupan harga di atas area resistensi kuat pada level kontrak atau rekor tertinggi di USD4.584.
Di sisi lain, emas fisik mulai diperdagangkan dengan premi di India dan China untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan terakhir.
Perak spot naik 0,7 persen ke USD71,77 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD83,62 pada Senin.
Platinum melonjak 3,5 persen ke USD2.125,80 per ons, setelah sebelumnya juga mencetak rekor tertinggi di USD2.478,50.
Sepanjang 2025, kinerja perak dan platinum melampaui emas. Harga perak melonjak lebih dari 147 persen, didorong statusnya sebagai mineral kritis di AS, ketatnya pasokan, serta rendahnya persediaan di tengah kuatnya permintaan industri dan investasi. Sementara itu, platinum naik 127 persen sepanjang tahun lalu.
Paladium turut menguat hampir 2 persen ke level USD1.636,43 per troy ons, setelah menutup 2025 dengan kenaikan 76 persen, yang menjadi lonjakan terbesar dalam 15 tahun terakhir. (Aldo Fernando)