“Pada kali ini, kenaikan harga minyak memang mendorong inflasi. Namun, penyebabnya, yakni gangguan pada transportasi dan rantai pasok, justru mendorong kenaikan imbal hasil obligasi karena kebijakan moneter saat ini lebih diarahkan untuk menahan inflasi dibandingkan periode-periode sebelumnya,” kata Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O’Connell.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat naik ke level tertinggi sejak November 2023 sebelum kembali turun.
Pelaku pasar kini menanti data indeks harga produsen (PPI) AS yang dijadwalkan terbit pada Kamis dan data inflasi konsumen pada Jumat waktu setempat.
Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk mengenai kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan harga.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 60 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam rapat kebijakan pekan depan. (Aldo Fernando)