sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi 3 Pekan di Tengah Aksi Ambil Untung

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/02/2026 06:27 WIB
Harga emas dunia terkoreksi dari level tertinggi tiga pekan pada Selasa (24/2/2026) seiring aksi ambil untung.
Harga Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi 3 Pekan di Tengah Aksi Ambil Untung. (Foto: Freepik)
Harga Emas Terkoreksi dari Level Tertinggi 3 Pekan di Tengah Aksi Ambil Untung. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia terkoreksi dari level tertinggi tiga pekan pada Selasa (24/2/2026) seiring aksi ambil untung dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang menekan harga.

Pelaku pasar juga menanti kejelasan rencana tarif AS serta hasil perundingan antara Washington dan Teheran.

Emas spot turun 1,59 persen menjadi USD5.143,92 per troy ons.

Indeks dolar AS naik 0,1 persen, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

"Harga emas sebelumnya kembali berada dalam tren naik, jadi saya menduga ini hanya koreksi sementara," ujar Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff, dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan, penguatan dolar juga memberi pengaruh negatif terhadap harga.

Pada awal sesi, harga sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan setelah Presiden AS Donald Trump berjanji menaikkan bea masuk menjadi 15 persen menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan penggunaan undang-undang darurat untuk memberlakukan tarif melampaui kewenangannya.

Namun demikian, pada Selasa AS tetap mengenakan tarif 10 persen untuk seluruh barang yang tidak dikecualikan, sebagaimana pertama kali diumumkan Trump pada Jumat lalu.

Di sisi lain, Iran dan AS dijadwalkan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir pada Kamis di Jenewa, di tengah meningkatnya kekhawatiran risiko konflik militer antara kedua negara yang telah lama bermusuhan.

"Permintaan aset safe haven masih solid, dengan ketegangan Iran-AS dan ketidakpastian tarif yang membatasi tekanan jual emas, sehingga fundamental tetap suportif. Namun, ketika harga mendekati rekor tertinggi, akan muncul area resistance kuat, dan untuk menembus level baru kemungkinan dibutuhkan katalis geopolitik yang segar," kata Wyckoff.

Emas, sebagai aset lindung nilai tradisional, cenderung diuntungkan pada periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve Atlanta yang akan lengser, Raphael Bostic, mengatakan kepada Reuters bahwa AS mungkin memasuki fase pengangguran yang secara struktural lebih tinggi seiring perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan untuk memangkas tenaga kerja.

Pergeseran tersebut dinilai sulit diimbangi oleh The Fed hanya melalui penurunan suku bunga. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement