Data tersebut mengindikasikan tekanan inflasi masih berpotensi bertahan.
Data PPI dirilis sehari setelah laporan Consumer Price Index (CPI) AS menunjukkan inflasi naik 3,4 persen dalam 12 bulan hingga Juli, melambat dari 3,5 persen pada Juni dan sesuai dengan ekspektasi ekonom.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September sebesar 35 persen, turun dari 40 persen sesaat setelah data PPI dirilis, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan tidak merasa perlu menaikkan suku bunga pada bulan depan setelah inflasi melandai selama dua bulan berturut-turut. Namun, Presiden Cleveland Fed Beth Hammack pada Rabu (12/8) kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga "saat ini".
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
"Emas mencatat kenaikan yang cukup solid sebesar 9 persen dalam sepekan, didorong pembelian dari China dan investor ritel. Kini terlihat aksi ambil untung di sekitar moving average 100 hari," kata analis independen Tai Wong.