Mengutip Trading Economics, ketegangan antara AS dan Iran kian memanas setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi.
Iran juga memberi sinyal potensi pembalasan terhadap pangkalan AS jika terjadi serangan.
Volume perdagangan komoditas tetap lesu pekan ini karena sejumlah pasar utama Asia, terutama China, tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek.
Perak dan logam mulia lainnya sebelumnya mengalami reli tajam yang diikuti aksi jual besar-besaran bersejarah, sebagian besar dipicu aktivitas spekulatif para trader China.
Sementara itu, pelaku pasar menanti rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).