Analis FX Empire, Vladimir Zernov, menilai harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan jika konflik di kawasan tersebut semakin meluas dan jalur energi utama dunia tetap terganggu.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat setelah pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Iran. Sementara itu, Israel dilaporkan melakukan sejumlah serangan udara di ibu kota Iran, Teheran.
Menurut laporan Reuters, Iran sempat mengizinkan dua kapal LNG asal India melintas di Selat Hormuz, namun jalur energi penting tersebut masih ditutup bagi sebagian besar kapal lain.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Di saat yang sama, laporan terbaru juga menyebutkan AS memindahkan satu unit ekspedisi marinir ke Timur Tengah, yang dipandang sebagai sinyal potensi eskalasi konflik.