Dari sisi teknikal, WTI saat ini mencoba bertahan di atas area resistance USD97,00-USD97,50 per barel.
Jika level tersebut berhasil ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju kisaran USD103,50-USD104,00.
Sementara itu, minyak Brent Crude juga menguat karena pelaku pasar bertaruh bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup dalam beberapa pekan ke depan.
Keputusan International Energy Agency (EIA) untuk melepas cadangan minyak strategis ternyata tidak banyak memengaruhi pergerakan harga.
Zernov mencatat bahwa para trader cenderung mengabaikan langkah tersebut karena kekhawatiran pasokan masih sangat tinggi.