Di pasar fisik, para trader minyak di berbagai negara bahkan dilaporkan berlomba mencari pasokan minyak tambahan, yang menjadi sinyal kuat bahwa tekanan kenaikan harga masih bertahan.
Secara teknikal, Brent saat ini menguji area resistance di kisaran USD103,00-USD104,00. Jika berhasil menembus zona tersebut, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju USD108,00-USD109,00 per barel.
Meski indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan Brent sudah berada di wilayah jenuh beli, Zernov menilai faktor teknikal menjadi kurang dominan ketika jalur energi utama dunia secara de facto mengalami gangguan.
Proyeksi Bank Global
Sejumlah bank investasi global memperkirakan harga minyak dunia masih akan bergerak volatil seiring meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, terutama akibat konflik Iran dan gangguan pasokan energi di kawasan tersebut.
Melansir dari Reuters, bank investasi Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent Crude rata-rata akan melampaui USD100 per barel pada Maret. Namun, harga diperkirakan kembali turun ke sekitar USD85 per barel pada April seiring potensi stabilisasi pasar.