Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu mengatakan, Iran secara serius tengah berbicara dengan Washington, tak lama setelah pihak Iran menyatakan bahwa pengaturan untuk pembicaraan tersebut menunjukkan kemajuan.
Pernyataan ini menandai perubahan sikap dibandingkan ketegangan yang meningkat pada bulan lalu, ketika Trump berulang kali mengancam aksi militer terkait penindasan Iran terhadap gelombang protes nasional.
Di sisi lain, Teheran juga sempat melontarkan peringatan akan melakukan pembalasan.
Rangkaian ketegangan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak melonjak tajam sepanjang Januari, dipicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.
Sinyal meredanya ketegangan juga diperkuat oleh laporan yang menyebutkan bahwa pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak memiliki rencana untuk menggelar latihan tembak langsung di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global.