Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran sendiri memasuki bulan keenam pada Jumat.
Analis Rystad Energy Janiv Shah mengatakan pasar terkejut dengan tambahan volume minyak yang mulai mengalir melalui koridor pelayaran Iran-Oman, termasuk perkembangan terkait upaya pembersihan ranjau di kawasan tersebut.
Menurutnya, penurunan harga minyak sepanjang pekan lalu terutama dipengaruhi oleh meningkatnya volume minyak yang berhasil keluar dari Selat Hormuz serta kecepatan pemulihan arus perdagangan.
“Ketersediaan volume tersebut memungkinkan kilang-kilang di Asia untuk kembali menarik dan mengonsumsi pasokan minyak,” ujarnya.
Meski demikian, prospek harga minyak dalam waktu dekat masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik.