AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Harga Minyak Dunia Meroket ke USD82,5 per Barel, Tertinggi Sejak 2014

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Rabu, 06 Oktober 2021 08:17 WIB
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,30 atau 1,6% menjadi USD82,56 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,30 atau 1,6% menjadi USD82,56 per barel.  (Foto: MNC Media)
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,30 atau 1,6% menjadi USD82,56 per barel. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak mentah AS pun mencapai level tertinggi sejak 2014 dan Brent naik ke level tertinggi dalam tiga tahun ini.

Naiknya harga minya setelah OPEC+ tetap pada rencana peningkatan produksinya daripada menaikkannya lebih lanjut.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik USd1,31 atau 1,7% menjadi USD78,93 per barel. Selama sesi harga minyak WTI melonjak lebih dari 2,0% hingga menjadi USD79,48 dolar AS, terbesar dalam hampir tujuh tahun.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,30 atau 1,6% menjadi USD82,56 per barel. Sebelumnya, Brent sempat mencapai level tertinggi tiga tahun di USD83,13 per barel.

OPEC+ sepakat mematuhi pakta Juli untuk tetap meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan hingga setidaknya April 2022, menghapus 5,8 juta barel per hari dari pengurangan produksi yang ada.

"Pasar menyadari kita akan kekurangan pasokan untuk beberapa bulan ke depan dan OPEC tampaknya senang dengan situasi itu," kata Analis Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Okezone, Rabu (6/10/2021).

Harga minyak telah melonjak lebih dari 50% tahun ini, menambah tekanan inflasi yang dikhawatirkan negara-negara konsumen minyak mentah seperti Amerika Serikat dan India akan menggagalkan pemulihan dari pandemi Covid-19.

Akhir bulan lalu, Komite Teknis Bersama OPEC+ (JTC) mengatakan pihaknya memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta barel per hari tahun ini, yang bisa berubah menjadi surplus 1,4 juta barel per hari tahun depan.

Kelompok ini secara bertahap mengurangi rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu dan beberapa analis memperkirakan bahwa aliansi akan memperluas produksinya ke tingkat yang lebih besar untuk mengekang harga.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD