Trump menyatakan mendapat laporan bahwa pembunuhan dalam penindakan protes di Iran mulai berkurang dan ia meyakini tidak ada rencana saat ini untuk eksekusi besar-besaran.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap ‘tunggu dan lihat’, setelah sebelumnya ia sempat melontarkan ancaman intervensi.
Komentar itu menurunkan premi risiko yang sempat terakumulasi dalam beberapa hari terakhir, kata para analis. Pada Rabu, harga Brent sempat mencapai USD66,82 per barel, level tertinggi sejak September.
“Kita bergerak dari kemungkinan tinggi bahwa Trump akan menyerang Iran menjadi kemungkinan yang rendah. Itulah sumber utama tekanan penurunan harga hari ini,” ujar Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Reuters.
Seorang pejabat AS pada Rabu juga menyebutkan bahwa Washington menarik sebagian personel dari pangkalan militer di Timur Tengah.