IDXChannel - Harga minyak turun tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026) pagi waktu Asia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent turun 4,02 persen menjadi USD83,82 per barel pada pukul 05.03 WIB.
Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD80,95 per barel, melemah 4,63 persen.
Melansir dari Reuters, pejabat AS dan Iran pada Minggu menyatakan kedua negara telah menyepakati kerangka perdamaian untuk mengakhiri konflik, menghentikan blokade AS terhadap Iran, serta membuka kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut berpotensi menekan harga energi setelah pengiriman minyak kembali melalui jalur strategis tersebut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump melalui platform Truth Social sekitar pukul 17.30 waktu setempat di Washington atau pada Senin, pukul 04.30 WIB.
Pernyataan Trump disampaikan tidak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator, mengumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai pada Senin pagi waktu setempat.
Sharif mengatakan perjanjian tersebut akan ditandatangani secara resmi pada Jumat di Swiss. Namun, rincian pasti mengenai isi kesepakatan tersebut belum segera diketahui.
Dalam unggahan di platform X, Sharif menyebut perjanjian itu mencakup "penghentian segera dan permanen operasi militer di seluruh front, termasuk di Lebanon."
Lebanon menjadi salah satu isu yang menghambat negosiasi, setelah Israel dan kelompok Hizbullah mengabaikan seruan Trump dan pihak lain untuk menghentikan serangan satu sama lain dalam beberapa pekan terakhir.
Trump mengatakan Selat Hormuz, jalur pelayaran utama bagi pasokan energi global yang telah ditutup Iran selama berbulan-bulan, akan kembali dibuka pada Jumat.
Ia juga menyatakan telah memerintahkan penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kesepakatan yang lebih luas akan dinegosiasikan selama periode gencatan senjata selama 60 hari, termasuk kemungkinan pelonggaran sanksi.
Nasib program nuklir Iran juga akan menjadi bagian dari pembahasan lanjutan tersebut.
Ribuan orang tewas, terutama di Iran dan Lebanon, sejak pasukan AS dan Israel pertama kali menyerang Iran pada 28 Februari.
Iran kemudian melancarkan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, sekaligus secara efektif memblokade Selat Hormuz sehingga mendorong kenaikan harga energi global.
Sebagai respons, pasukan AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Israel belum memberikan tanggapan langsung atas pengumuman tersebut. Sebelumnya, Israel menyatakan tidak menjadi bagian dari kesepakatan antara AS dan Iran. (Aldo Fernando)