Investor juga terus mencermati pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai masa depan pelayaran melalui Selat Hormuz, sembari memantau pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin, AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau "menyelesaikan urusan tersebut", seraya kembali melontarkan ancaman aksi militer ketika Teheran menunjukkan sikap menantang setelah pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Perundingan tidak langsung antara AS dan Iran berakhir pekan lalu tanpa menunjukkan kemajuan menuju perdamaian yang berkelanjutan, meski sebelumnya kedua pihak menjalani gencatan senjata selama 60 hari yang dimaksudkan untuk membuka ruang bagi upaya diplomatik setelah serangan militer AS dan Israel.
Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) meningkatkan produksi minyak mentahnya hingga mendekati rekor tertinggi, yakni di atas 3,8 juta barel per hari pada Juni, setelah keluar dari OPEC guna terbebas dari pembatasan produksi, menurut dua sumber yang mengetahui data produksi.
Arab Saudi menetapkan harga jual resmi minyak mentah andalannya, Arab Light, untuk pasar Asia pada Agustus sebesar USD1,50 per barel di bawah rata-rata harga Oman/Dubai. Pemangkasan tersebut menjadi yang terbesar secara bulanan sejak Reuters mulai mencatat data pada 2003.