Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow mengatakan pasar merespons meningkatnya konflik yang memuncak dalam sepekan terakhir melalui serangan harian terhadap infrastruktur Iran dan aksi balasan Teheran terhadap infrastruktur negara-negara tetangganya.
Menurutnya, apabila semakin banyak kapal tanker menjadi sasaran serangan dan mengalami kerusakan, harga minyak berpotensi terus naik karena pemilik kapal diperkirakan enggan memasuki Teluk Persia.
Konflik yang kembali memanas juga mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur tersebut.
Iran juga disebut mendesak kelompok Houthi untuk menutup jalur Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.
Analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengatakan potensi penutupan Laut Merah menjadi ancaman serius mengingat sebagian besar ekspor minyak Arab Saudi kini dialihkan ke Pelabuhan Yanbu melalui jaringan East-West Pipeline untuk menghindari Selat Hormuz.