Dia memperingatkan konsekuensi bagi negara mana pun yang memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dirinya akan menggelar konferensi pers pada Senin untuk menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah AS.
Perang Iran yang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran telah menewaskan ribuan orang.
Sejak saat itu, blokade Iran di Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas energi di berbagai wilayah Timur Tengah mengganggu aliran minyak dan gas ke sejumlah negara di dunia.
"Untuk saat ini, ancaman baru tersebut tampaknya tidak akan membuat Iran menyerahkan sumber daya tawar utamanya, yakni kendali atas Selat Hormuz, tanpa adanya konsesi besar dari AS," tulis perusahaan penasihat perdagangan minyak Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.