Bank investasi Cavendish dalam catatannya menyebut, meski hal itu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan langsung pasokan dari Timur Tengah, pelaku pasar masih memperkirakan disrupsi tetap parah.
Sejumlah kapal yang melintasi selat tersebut termasuk yang dioperasikan Iran.
Analis OANDA, Kelvin Wong, mengatakan harga minyak masih berpotensi naik hingga akhir Maret, dengan analisis teknikal menunjukkan resistance jangka menengah WTI di kisaran USD124 per barel.
Untuk meredam kenaikan biaya energi, kepala International Energy Agency (IEA) menyarankan negara anggota dapat melepas tambahan pasokan minyak, di luar 400 juta barel yang telah disepakati untuk dilepas dari cadangan strategis. (Aldo Fernando)