Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa proposal tersebut "sepihak dan tidak adil", sementara Presiden AS Donald Trump menyebut Iran telah menawarkan izin bagi 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai isyarat itikad baik dalam negosiasi.
"Ada kebingungan dan frustrasi atas kebenaran berbagai informasi dari Amerika Serikat dan Iran. Investor kembali beralih ke aset yang lebih aman untuk menjaga modal," kata Kepala Ekonom Matador Economics Timothy Snyder, seperti dikutip Reuters.
Pentagon disebut berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk guna memberi lebih banyak opsi bagi Trump untuk serangan darat, menambah dua kontingen Marinir yang sudah dalam perjalanan.
Di pihak Iran, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran menyatakan siap kembali menyerang jalur Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.
"Eskalasi militer yang berlanjut, termasuk pengerahan pasukan dan serangan baru, serta pergerakan kapal tanker yang terbatas di bawah syarat ketat Iran, terus menekan pasar energi global," ujar Analis MUFG Soojin Kim.