Analis strategi investasi Edward Jones, Brock Weimer, mengatakan semakin lama harga minyak bertahan di atas USD100 per barel, dampak stimulus fiskal dari pemotongan pajak 2025 akan berubah dari pendorong pertumbuhan menjadi peredam guncangan.
Indeks saham global MSCI di luar Jepang turun 0,22 persen.
Di Eropa, saham produsen mobil Jerman menekan bursa regional setelah Trump pada Jumat menyatakan akan menaikkan tarif untuk mobil dan truk asal Eropa.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,99 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun, acuan kawasan euro, naik 5 basis poin menjadi 3,08 persen. Sementara itu, pasar di London tutup karena hari libur.
Ancaman inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan memperumit prospek kebijakan moneter global.
Pasar kini tidak lagi memperkirakan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga tahun ini, bahkan mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa dan Bank of England.