sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Melonjak Hampir 6 Persen, Iran Perketat Cengkeraman di Selat Hormuz

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
05/05/2026 07:10 WIB
Harga minyak dunia melonjak hampir 6 persen pada Senin (4/5/2026), sementara pasar saham melemah setelah Iran meningkatkan kampanye militernya.
Harga Minyak Melonjak Hampir 6 Persen, Iran Perketat Cengkeraman di Selat Hormuz. (Foto: Freepik)
Harga Minyak Melonjak Hampir 6 Persen, Iran Perketat Cengkeraman di Selat Hormuz. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia melonjak hampir 6 persen pada Senin (4/5/2026), sementara pasar saham melemah setelah Iran meningkatkan kampanye militernya dengan menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab (UEA).

Minyak Brent melonjak 5,8 persen dan ditutup di USD114,44 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 4,4 persen ke USD106,42 per barel.

Mengutip Reuters, pergerakan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan berjanji Angkatan Laut AS akan membuka jalur Selat Hormuz, yang justru memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan empat pekan lalu.

Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas laut dunia, telah mengalami gangguan serius selama dua bulan terakhir.

Pasar saham AS alias Wall Street secara umum melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13 persen, S&P 500 melemah 0,41 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,19 persen.

Analis strategi investasi Edward Jones, Brock Weimer, mengatakan semakin lama harga minyak bertahan di atas USD100 per barel, dampak stimulus fiskal dari pemotongan pajak 2025 akan berubah dari pendorong pertumbuhan menjadi peredam guncangan.

Indeks saham global MSCI di luar Jepang turun 0,22 persen.

Di Eropa, saham produsen mobil Jerman menekan bursa regional setelah Trump pada Jumat menyatakan akan menaikkan tarif untuk mobil dan truk asal Eropa.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,99 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun, acuan kawasan euro, naik 5 basis poin menjadi 3,08 persen. Sementara itu, pasar di London tutup karena hari libur.

Ancaman inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan memperumit prospek kebijakan moneter global.

Pasar kini tidak lagi memperkirakan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga tahun ini, bahkan mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa dan Bank of England.

Barclays pada Senin juga bergabung dengan sejumlah lembaga lain yang memperkirakan The Fed tidak melonggarkan kebijakan tahun ini. Laporan payroll AS bulan April yang dirilis Jumat berpotensi kembali menggeser ekspektasi pasar.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 6 basis poin ke 4,438 persen.

Di pasar valuta asing, pergerakan juga cenderung tidak stabil, dengan pelaku pasar mencermati kemungkinan intervensi Jepang untuk menopang nilai tukar yen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement