Iran pada Rabu juga menyatakan telah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait, yang kemudian dibalas dengan serangan balasan oleh AS.
Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.
Kendali Teheran atas jalur pelayaran strategis tersebut menjadi salah satu alat tawar utama dalam konflik yang bermula dari serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Otoritas maritim juga menaikkan tingkat ancaman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menjadi kategori ‘parah’ setelah dua kapal tanker diserang pada Selasa. (Aldo Fernando)