Sejumlah negara juga mulai mengumumkan langkah darurat untuk meredam lonjakan biaya energi.
Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan proyeksi permintaan minyak global pada kuartal II sebesar 500.000 barel per hari.
Pada Senin, Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan negara-negara anggota dapat melepas cadangan minyak tambahan jika diperlukan, meski ia berharap langkah tersebut tidak diperlukan.
Di pasar spot, harga minyak fisik untuk pengiriman segera ke Eropa diperdagangkan pada rekor tertinggi sekitar USD 150 per barel.
Analis RBC Capital Markets Helima Croft mengatakan, jika Trump benar-benar merealisasikan ancaman blokade dengan pengerahan kapal, maka kesenjangan antara pasar berjangka dan pasar fisik bisa segera menyempit.